Ngeblog Terus Pantang Mundur, Ini 10 Alasan Saya
- October 13, 2018
- By Tatiek Purwanti
- 21 Comments
Tanggal 27 Oktober nanti para blogger akan memperingati hari mereka; Hari Blogger Nasional. Tahun ini adalah yang ke-11. Yeay! Walaupun tidak dijadikan hari libur nasional, ikut bangga dong karena eksistensi blogger semakin diakui. Bagi saya sendiri, bulan ini menjadi momen untuk mengevaluasi pencapaian saya dalam ngeblog setahun belakangan ini.
Sebenarnya saya mulai mengenal blog sejak tahun 2010. Tapi ya begitu-begitu saja, sih. Just for fun, tanpa target, dan belum menjadi anggota komunitas blogger mana pun. Ditambah kesibukan bekerja, lengkap sudah alasan ketidakseriusan saya. Hehe…
Lalu kenapa saya menyebut setahun belakangan? Karena saya baru benar-benar bertekad untuk lebih serius ngeblog pada bulan November 2017. Bulan itu saya mulai beralih ke Top Level Domain (TLD), sekaligus beralih ke platform blogger. Sebelumnya saya masih memakai blog gratisan di wordpress.
Sebuah tekad telah saya tuliskan pada salah satu postingan di bulan Oktober 2017. Waktu itu saya mengikuti sebuah challenge di komunitas Blogger Muslimah Indonesia yaitu One Day One Post. Walaupun ngos-ngosan, saya ternyata bisa memosting tulisan di blog setiap hari. Tulisannya tidak terlalu panjang, sih. Finally, saya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik. Alhamdulillah. Dari situ lah saya mulai berpikir untuk lebih serius lagi. Harus segera TLD nih, pikir saya waktu itu.
![]() |
| Kenangan indah, hasil tantangan bulan Oktober 2017 |
Setelah beralih ke TLD, lancar jaya kah? Di awal tahun, yaitu bulan Januari dan Februari sih masih oke. Tapi pada bulan-bulan setelahnya, saya harus mengakui bahwa saya punya kesulitan dalam membagi waktu dan konsentrasi. Alhasil, saya baru menulis 30 postingan saja sampai bulan Oktober ini.
Pertama, tentang membagi waktu. Duh, ini klise banget kali, ya. Tapi kenyataannya, ‘kebangkitan’ saya terjadi saat sebenarnya saya kurang longgar dalam memegang gawai. Ada anak kedua saya yang saat itu belum berusia dua tahun. Berponsel atau membuka laptop di depannya tentu saja berusaha saya minimalisir. Ditambah lagi, saya sedang berjauhan dengan suami. Yes, we are LDR warrior.
Kedua, tentang membagi konsentrasi. Selain ngeblog, saya juga punya tekad untuk menambah koleksi buku antologi dengan berbagai tema. Saat itu, saya tertarik mengikuti beberapa proyek antologi. Beberapa mensyaratkan pesertanya untuk mengikuti training sebagai awalannya. Rata-rata adalah antologi cerpen dan kisah inspiratif. Biasanya, saya butuh berhari-hari untuk menyusun ide, menulis, dan mengedit ulang.
Di sela-selanya, saya meneruskan PR membaca yang tertunda. Ini karena saya punya penyakit: lebih suka mengoleksi buku daripada mengoleksi baju. Hanya menumpuk buku tentu saja tidak bagus. Sedikit-demi sedikit saya pun menyelesaikan buku-buku itu. Nah, dalam kondisi capek, membaca itu lebih mudah bagi saya daripada menulis di blog. Begitulah.
Well, saya sudah memetakan tentang penyebab sedikitnya postingan di blog. Tapi apakah karena sedikit, lantas saya mundur saja? Hoho… insya Allah tidak. Saya akan tetap ngeblog dengan gembira, sesuai dengan kondisi saya. Tidak ngoyo, tapi juga berusaha ‘naik kelas’ walaupun mungkin tidak melalui ‘kelas akselerasi’.
![]() |
| Canva |
Ya, saya akan ngeblog terus pantang mundur karena 10 alasan berikut ini:
1. Media Sosial Paling Sesuai
Di zaman kiwari ini, status kita sebagai makhluk sosial tetap harus dipelihara. Kita dimudahkan dengan berbagai pilihan media sosial yang bisa dikelola secara online. Ada jejaring sosial seperti Facebook, forum komunitas online seperti Kaskus, sharing konten seperti Youtube, microblogging seperti Twitter, dan jurnal online seperti Blog.
Blog adalah media sosial paling pas untuk saya. Di blog, saya bisa menuliskan berbagai hal secara panjang lebar. Saya bisa berbagi tentang pengalaman pribadi, pemikiran, dan informasi apa pun dengan sudut pandang saya sendiri. Selain itu, saya juga bisa berinteraksi dengan pengunjung blog dan pengelola blog lain yang saya kunjungi.
Passion menulis terlaksana, bersosialisasi pun bisa. Sip!
2. Melatih Kemampuan Berpikir Kritis
Personal blog yang saya kelola tentu saja berbeda fungsi dengan media mainstream online yang ada. Media-media itu pastinya menyampaikan berita dan fakta dengan pakem resmi jurnalis. Tapi di blog saya, pembahasannya bisa sedikit berbeda. Biasanya saya terdorong untuk mencari hikmah atau hal menarik di balik berita dan fakta tersebut. Saya jadi berusaha untuk berpikir lebih jauh dan tidak sepotong-sepotong.
3. Melatih Kesabaran dan Ketelatenan
Lho, kan sudah ada facebook? Ngapain ribet-ribet nulis di blog?
Mungkin ada yang berpikir begitu. Nah, justru di situ tantangannya. Personal blog seperti yang saya gunakan sekarang biasanya ditulis secara rinci berikut gambar-gambarnya. Butuh kesabaran untuk menulis draft, mengedit tulisan bold dan italic-nya, dan mengatur segala pernak-perniknya. Asyik, euy! Ada kelegaan tersendiri setelah berhasil menyelesaikannya.
![]() |
| pixabay |
4. Membuat Saya Lebih Menghargai Waktu
Memilih untuk tetap ngeblog dalam ‘keterbatasan’ membuat saya berusaha memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Biasanya, saya akan menabung draft tulisan jika suami sedang berada di rumah. Jika badan masih fit dan si kecil sedang tidur, saya juga berusaha menulis walaupun sedikit.
5. Tempat Saya Membincangkan Buku-buku
Walaupun sebagian waktu ngeblog saya telah teralihkan karena saya ‘ngebut’ menulis buku-buku antologi, saya tidak menyesal. Buku dan blog tetap bisa saling berhubungan. Biasanya, saya mempromosikan buku-buku antologi itu di blog. Buku-buku yang sudah selesai saya baca juga menjadi modal saya untuk menulis di blog; resensi buku. Now it’s harvest time!
6. Tulisan Terarsip dengan Rapi
Tulisan-tulisan saya di blog ibarat deretan foto di album kenangan. Sangat berharga bagi saya dan sewaktu-waktu ingin saya buka kembali. Blog memudahkan saya dalam mencari tulisan-tulisan itu karena hasil postingan akan tersimpan sesuai bulan dan tahun yang dilalui.
7. Mengoptimalkan Fungsi Jejaring Sosial yang Lain
Selesai membuat postingan, pasti setiap blogger akan memberitahukan hasil tulisannya kepada orang lain. Saya sendiri biasanya membagikannya di facebook, twitter, dan instagram. Dengan sendirinya, ketiganya pun ikut ter-update. Info dan manfaat tulisan kepada khalayak ramai tentunya akan tersebar lebih merata.
![]() |
| pixabay |
8. Mendorong untuk Berkomunitas
Seperti halnya perkumpulan profesi atau pehobi yang lain, para blogger juga punya wadah atau komunitas. Dulu saya tidak tahu arti pentingnya komunitas blogger. Sekarang, saya merasa nyaman berada di dalamnya. Saya punya mimpi untuk menambah jumlah komunitas blogger yang saya ikuti. Saya juga punya keinginan untuk kopdar dengan teman-teman blogger dalam suatu event. Selama ini kami masih berinteraksi via online.
9. Membuka Peluang Menambah Penghasilan
Hal ini saya letakkan sebagai alasan paling akhir karena saya masih perlu bekerja keras untuk mendapatkannya. Pengetahuan saya tentang SEO masih minim, juga skor Domain Authority/Page Authority blog saya. Karenanya, saya belum pernah mendapatkan job dari sini. Yang paling memungkinkan bagi saya saat ini adalah mengikuti lomba blog. Nothing to lose, karena mengikuti lomba-lomba itu adalah tantangan lanjutan yang menyenangkan.
10. Membuat Saya Bahagia
Poin kesepuluh ini lah sesungguhnya intinya. Ya, karena saya merasa bahagia setelah selesai menulis di blog. Saya pernah sangat berterima kasih pada suami yang bersedia menemani Si Adek bermain, sehingga saya bisa menyelesaikan draft tulisan saya yang tertunda-tunda. Duh, bahagianya! Seorang ibu yang bahagia pasti akan berdampak positif bagi perkembangan anak-anaknya, bukan? Itulah yang saya rasakan, alhamdulillah.
![]() |
| pixabay |
Fiuhh, lega rasanya setelah menuliskan apa yang tersimpan di dalam dada. Memetakan berbagai alasan di atas semoga menjadi pengingat saya untuk rajin belajar secara konsisten. Ya, sesungguhnya segala yang menyangkut blog adalah tentang belajar. Jalan masih panjang, insya Allah. Saya akan berusaha terus menikmatinya.
Selamat menuju Hari Blogger Nasional. Saya sih berharap agar ada event akbar nasional pada hari itu. Yuk, buat dunia semakin berwarna. Mari bersuara dengan cara kita. Mari menjadi pejuang literasi untuk kejayaan negeri.
Selamat menuju Hari Blogger Nasional. Saya sih berharap agar ada event akbar nasional pada hari itu. Yuk, buat dunia semakin berwarna. Mari bersuara dengan cara kita. Mari menjadi pejuang literasi untuk kejayaan negeri.
Nah, boleh dong berbagi apa alasan teman-teman ngeblog?
Thanks for visiting and sharing.^^



































